PART II : MODULE 1 INTRODUCTION TO MIKROTIK

1. RouterBoard (RB) baru, atau setelah di reset defualt , memiliki default konfigurasi dari pabrikannya yaitu : 192.168.88.x

LAB – Konek Router 

 1. sambungkan  Komputer dengan Router Mikrotik

 2. lalu buka  Aplikasi Winbox 

3. Login Dengan MAC-Address

 4. User=admin Password=“kosong” E4:8D:8C:26:0C:C1 ETHER 1 E4:8D:8C:26:0C:C5 ETHER 5


LAB – Konek Router


LAB – Konek Router



LAB – Hapus  Configurasi Pabrik

 1. Pastikan  terhubung ke Mikrotik dengan Winbox

 2. lalu pilih  Menu System

 3. Reset Configuration




LAB-Skema




LAB - Setting IP LAN



Setting IP Client




Test Koneksi 

1. Mikrotik Ke Client



Test Koneksi

 1. Client Ke Mikrotik 




WebFig


 


Graphing


 1. Di MikroTik ada Tools monitoring nya ada yang bernama Graphing ( MRTG ) 

 2. Bisa diaktifkan dengan cara Tools – Graphing  




Konfigurasi Via Terminal

 1. Dalam kondisi tertentu remote dan konfigurasi via GUI tidak memungkinkan dikarenakan hal-hal seperti; keterbatasan bandwidth, kebutuhan untuk running script, remote via ..x console, dll.

 2. Remote & konfigurasi terminal bisa dilakukan dengan cara:

 a. Telnet ( via IP port 23, non secure connection)

 b. SSH ( via IP Port 22, lebih secure dari telnet)

 c. Serial console (kabel serial)


LAB-Telnet & SSH




Lisensi Mikrotik

 1. Fitur-fitur RouterOS ditentukan oleh level lisensi yang melekat pada perangkat

 2. Level dari lisensi juga menentukan batasan upgrade packet.

 3. Lisensi melekat pada storage/media penyimpanan (ex. Hardisk, NAND, USB, Compact Flash)

 4. Bila media penyimpanan diformat dengan non MikroTik, maka lisensi akan hilang 


Versi dan Lisensi Mikrotik


 

Lab – Cek Lisensi OS Mikrotik

 1. System => Licences 



Komentar

Komentar